Cara Sederhana Untuk Bahagia

Cara Bahagia
Apakah kamu bahagia?. Setiap orang pasti mencari kebahagiaan. Tapi bagaimana sih cara mencapai kebahagiaan itu. Bahagia bagi setiap orang pasti berbeda. Tapi ijinkan saya berbagi tentang cara bahagia yang saya pelajari dari keluarga suami saya.
Bahagia bagi mereka itu sederhana yaitu silaturahmi. Iya……kata silaturahmi sudah tidak asing lagi bagi kita. Apalagi bagi seorang muslim, silaturahmi dipercaya membuka pintu rejeki. Terus terang positifnya silaturahmi baru saya rasakan benar-benar ketika saya menikah dengan suami saya. Dulu silaturahmi hanya sekedar kalimat saja atau hanya kegiatan setahun sekali kalau kumpul di hari raya. Rasanya dulu saya tidak pernah mendapatkan esensi silaturahmi secara utuh selain daripada kegiatan rutin saja. Mungkin karena saya belum matang seperti sekarang *terus sekarang berasa sudah matang, Des (kemudian kibas jilbab).
Keluarga besar saya termasuk keluarga yang dibilang kurang komunikasi antar keluarga inti sehingga intensitas silaturahmi kami hanya setahun sekali. Hal ini berbanding terbalik dengan keluarga besar suami saya. Baik Ibu dan Bapak Mertua saya berasal dari keluarga yang sama-sama memiliki anggota keluarga yang banyak dan budaya silaturahmi pun kental dikeluarga mereka. Dari mereka kemudian saya belajar banyak tentang hikmah silaturahmi itu benar-benar membawa rejeki. Bahkan sampai dengan indahnya memberi walau dalam kondisi pas-pas an sekalipun. Silaturahmi yang mereka jaga tidak hanya sebatas dengan keluarga besar tetapi juga dengan lingkungan sekitar.
Cara Bahagia
Ibu & Bapak Mertua
Contoh-contoh yang mereka lakukan demi menjaga silaturahmi adalah:
– Menengok mereka yang sakit. Baik itu saudara yang masih ada hubungan darah, saudara sekampung atau hanya tetangga. Terutama jika lokasi tempat tinggalnya tidak jauh dari rumah, kalaupun jauh bisa menanyakan kabar melalui telephone.
– Melayat jika ada kerabat, saudara atau tetangga yang meninggal dunia. Juga turut membantu dirumah duka.
– Mendatangi rumah kerabat jika mampir kesuatu daerah, dengan catatan tahu tempat tinggal kerabat tersebut.
– Berusaha untuk selalu hadir di acara syukuran pernikahan, sunatan, dll jika diundang, meski itu diluar kota sekalipun.
– Membantu kerabat yang kesulitan, tidak selalu dalam bentuk materi tetapi bisa juga non-materi.
Selama 7 tahun ini saya selalu melihat mereka melakukan hal itu. Tidak hanya dilakukan saat mereka punya rejeki lebih, namun ketika mereka tidak punya pun mereka selalu berusaha menjaga silaturami itu. Ternyata banyak banget loh positif nya jika kita bersilaturahmi.
Misalnya ketika kami main ke Yogyakarta dalam rangka wisuda adik ipar, banyak sekali kerabat yang menawarkan rumahnya untuk tempat kami menginap, kemudian menawarkan kendaraan untuk kami pakai. Sayangnya waktu itu kami sudah menyewa penginapan, dan menyewa mobil dengan harga yang cukup murah (ini juga hasil silaturahmi). Begitu kami main ke rumah saudara Bapak Mertua, masih di daerah Yogyakarta, kami dibekali salak pondoh 15kg, kebetulan saudara kami itu juga petani salak. Bahkan ketika kami pulang kampong pun, biasanya cukup bilang saja mau menginap dirumah saudara yang mana, mereka dengan senang hati menerima kami sekeluarga.
Jika keluarga mertua mengadakan hajatan, tidak hanya dari keluarga besar namun tetangga dan kolega juga banyak yang membantu. Membantu itu tidak hanya dalam bentuk materil namun non materil juga. Itulah yang namanya rejeki. Bahkan perhatian saja sudah membuat mereka bahagia.
Bagi kita dijaman sekarang ini, yang mereka lakukan mungkin hanya membuang-buang waktu atau tidak penting karena tidak menguntungkan secara materil. Tapi dengan melihat mereka saya akhirnya sadar bahwa energy positif yang Ibu & Bapak Mertua saya berikan kepada orang-orang yang mereka perhatikan melalui silaturahmi memberikan efek positif juga bagi mereka. Mereka percaya bahwa silaturahmi bisa mendatangkan rejeki bagi mereka. Rejeki itu adalah menjadi bahagia, menjadi lebih iklas dan sabar, bahkan bukan hanya bahagia dunia tetapi juga akhirat. Itulah kemudian yang coba mereka tularkan kepada kami, anak-anak mereka. Bahwa silaturahmi akan membuka pintu rejeki dan membuat bahagia.
Β 
Mau coba tips bahagia ala Mertua saya? Yuk kita silaturahmi



signature-desy

You may also like

23 Comments

  1. Budaya gotong royong masih kental utamanya di lingkungan pedesaan. Kalau ada yang punya hajat pada datang membantu.
    Silaturahmi harus tetap terjaga dan terpelihara agar generasi di bawah kita tidak kehilangan jejak kerabatnya.
    Salam hangat dari Jombang

  2. Mbak Desy pasti berbahagia sekali ya dapet Suami + Mertua yang erat pedoman Silahturahminya. Berbeda dengan saya, saya seolah sendiri trus ini meski banyak keluarga yang datang (Jadi Curhat Maaf).

    Salam
    Mugianto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *