Ketika Pesanan Hotel Dibatalkan Agoda, Petaka Menjadi Bahagia (Bangkok Part 1)

Pesanan Hotel Dibatalkan Agoda
Akhir Februari 2016 yang lalu saya membawa rombongan keluarga melakukan perjalanan ke Bangkok (ini benar-benar sebuah tugas negara). Rombongan kami berjumlah 10 orang terdiri dari 8 orang dewasa (3 diantaranya adalah orangtua) dan 2 anak-anak. Ini bukanlah yang pertama kali saya berkunjung ke sana, itulah kenapa saya yang bertugas mengurus semuanya. Dan yang namanya jalan-jalan dengan membawa rombongan haruslah dengan beberapa persiapan. Sejak awal tahun saya sudah mulai hunting hotel yang representatif.
Kali ini saya memilih hotel didaerah Sukhumvit dan dekat dengan stasiun kereta. Cari-cari di website OTA akhirnya saya memutuskan booking di agoda. Memutuskan untuk memesan kamar di 41 Suites, adalah hotel bintang 3 dengan harga kamar saat itu 669,921 rupiah per malam. Alasan kami memilih hotel ini, agar biayanya bisa untuk yang kebutuhan yang lain, seperti oleh-oleh misalnya. Pembayaran seperti biasa menggunakan kartu kredit, saat itu tidak langsung dikurangi melainkan 5 hari sebelum waktu check in. Urusan hotel pun beres karena saya sudah mendapat kode voucher atas pesanan saya itu.
Langkah selanjutnya adalah menyusun itinerary selama di Bangkok beserta dengan biayanya. Karena kali ini membawa orangtua dan anak-anak, maka saya juga harus memikirkan dimana warung makan halal yang terdekat dengan tempat yang kita kunjungi atau yang akan kita kunjungi. Kalau hanya saya dan suami atau dengan teman-teman sih biasanya makan mie instan saja sudah beres. Makan buah sepanjang siang saja rasanya sudah cukup bagi saya, yang penting jangan sampai dehidrasi. Itinerary dan akomodasi sudah saya sosialisasikan juga ke peserta rombongan saya.
Waktu keberangkatan pun tiba, cobaan pertama kami adalah jadwal penerbangan kami terkena delay. Ini efek dari ditutupnya bandara Yogyakarta selama beberapa jam karena Lion Air tergelincir. Untungnya kami sudah mendapat informasi melalui sms, sehingga kami juga tidak perlu terburu-buru untuk tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Perjalanan Soetta – Don Muang alhamdulillah berjalan lancar.
Setelah diskusi bersama kami akhirnya memutuskan menyewa van di bandara untuk mengantarkan kami ke penginapan, daripada sewa uber yang pasti membutuhkan 2 mobil, masih lebih baik ini sepertinya. Toh ternyata sama biayanya dengan sewa uber. Percaya diri kami meluncur ke hotel 41 Suite di Sukhumvit, hotel yang sudah saya booking sebelumnya di agoda sebulan sebelumnya.
Bangkok Trip
Naik Van nan gemerlap, didalamnya penuh lampu dah terkesan mewah
Waktu menunjukkan jam 08:30 malam kami pun tiba di hotel 41 Suite. Dengan percaya diri, saya menghampiri Resepsionis untuk mengkonfirmasi pesanan saya. Ada sedikit kecurigaan ketika saya melihat Mba Resepsionis sepertinya tidak menemukan nama saya di list tamu yang dia catat secara manual. Sampai akhirnya Managernya membantu untuk mencarinya. Entah sudah berapa data yang dia buka untuk memastikan bookingan saya malam itu. Melihat rombongan saya yang sedang duduk di lobby hotel, sepertinya orangtua saya dan anak-anak sudah mulai lelah atau mungkin lapar. Entahlah…..Dan kemudian Ibu Manager mengatakan:

Maaf bookingan anda dicancel oleh agoda….

Apa….? Koq bisa, sambil saya cek email kalau-kalau agoda menginformasikan hal ini ke email saya. Dan hasilnya nihil. Saya tidak menerima email tentang pembatalan pesanan saya. Malas rasanya malam itu memikirkan kenapa….kenapa…pesanan saya dibatalkan. Pihak hotel pun sudah menghubungi agoda namun jawabannya hanya dicancel saja tanpa ada alasan lain. Hmmppffhh…..Kami akhirnya menanyakan ketersediaan kamar di hotel tersebut, hanya 3 kamar yang kami butuhkan. Dan kata mereka

Maaf, hotel kami sudah penuh. Karena ini weekend. Jadi sayang sekali kami tidak bisa membantu menyewakan kamar kami.

Teruuuuss……..mau dibawa kemana dong rombongan saya malam ini? Cari hotel lain, apa masih ada hotel kosong disekitar sini? Karena tidak mungkin rasanya kalau kami harus cari hotel lain dengan jumlah rombongan seperti ini. Mau mikir mencari solusi eh malah gagal fokus saya malam itu. Untung Si Ibu Manager baik banget. Dia paham kepanikan saya, dia bantu saya cari hotel lain yang masih sekitar sini. Dia bilang:

Tenang, saya bantu carikan hotel lain. Karena pasti kamu memang tidak tahu kalau bookingan kamu sudah dibatalkan.

Setelah 1 kali telephon, entah apa yang dia katakan oleh pihak hotel lain itu karena pembicaraan menggunakan bahasa Thailand. Telephon pun ditutup dan akhirnya saya diinformasikan bahwa 3 kamar tersedia untuk kami, namun rate yang ditawarkan diatas dari rate 41 Suites. Dia bilang, hotelnya lebih besar, kamarpun besar. Okelah…..masalah harga kamar masih masuk hitungan kami. Dalam bayangan saya mungkin hotelnya tidak jauh seperti hotel ini, namun lebih besar saja. Ibu Manager mengatakan bahwa akan ada tuk-tuk yang menjemput kami, karena bawaan kami cukup banyak maka tuk-tuk akan mengangkut dua kali. Dan yang lebih happy tuk-tuk nya ternyata gratis, sudah termasuk failitas hotel tersebut.
Hotel Adelphi Grande adalah hotel pengganti yang direkomendasikan oleh pihak hotel 41 Suites kepada kami. Harganya ternyata lebih mahal dari hotel sebelumnya yaitu 855.000 rupiah per malam, lebih tinggi 185.000 rupiah dari bookingan kami di agoda, tidak masalah yang penting rombonganku bisa istirahat.  Dan begitu kami masuk pelataran hotel kami pun terkesima. 2 kali lebih besar dari yang kami pesan di agoda. Kamar pun lebih besar, fasilitas juga lebih lengkap. Benar-benar diluar dari ekspektasi kami. Lokasinya sekitar 500 meter dari hotel sebelumnya. Cukup lumayan jaraknya dari jalan utama, namun mengingat hotel ini punya layanan tuk-tuk yang siap mengantar sampai dengan jalan utama rasanya jarak tidaklah menjadi masalah.
Bangkok Trip
Lobby Utama Adelphia Grande
Kemudian tanpa kami meminta, kami diberikan kamar yang 1 lantai dan salah satu kamar kami memiliki pintu penghubung maka nikmat mana lagi yang aku dustakan. Ditambah begitu masuk kamar rombongan puas dengan kamarnya, bahkan mungkin sepertinya mereka mau lebih banyak leyeh-leyeh dibanding mengikuti jadwal perjalanan saya hehehe.
Inilah ketika petaka itu menjadi bahagia.
Saya dipertemukan dengan Ibu Manager dari hotel 41 Suites yang saya lupa menanyakan namanya, karena saya tahu jika saya tanya pun sepertinya saya tidak ingat karena sedang gagal fokus. Sangat membantu kami, ketika perjalanan ini nyaris gagal memberikan kesan karena insiden hotel. Bahkan dia menghibur, menenangkan saya dan menegaskan bahwa “liburan kami akan lebih menyenangkan koq, tenang saja“.

 

Bantuan Ibu Manager malam itu benar-benar sampai jelas. Terlebih bahasa Inggrisnya yang baik membuat kami  mudah memahaminya. Dia juga membantu urusan dengan agoda sampai selesai dan memastikan agar kartu kredit kami tidak dikenakan charge apapun. Dia sampai rela mendatangi kami ke hotel pengganti untuk mengkonfirmasi tentang email klarifikasi dari agoda dan mencetak email tersebut untuk kami.  Beruntung sekali kami bertemu Ibu Manager malam itu. Bantuan mu tidak akan pernah kami lupakan. 
 
Oh iya sampai sekarang saya belum tahu kenapa bookingan saya dibatalkan tanpa konfirmasi sebelumnya. Kalaupun gagal mendeduct dari kartu kredit bukahkah sebaiknya ada konfirmasi kembali ya? Dua kali menggunakan agoda untuk booking di luar negeri baru sekarang tidak menyenangkan. 

 

signature-desy

You may also like

40 Comments

  1. Serem amet ya sampe bisa dibatalin gitu. Untungnya managernya baik dan bertanggung jawab, padahal bukan tanggung jawab dia. Service yang bagus 🙂

    Kalo aku biasanya sebelum pergi suka email-emailan sama hotelnya. Untuk make sure kalo reservasi aku sudah masuk dari online bookingnya. Jadi lebih aman dan gak deg-degan hehehe

  2. makanya biasanya aku bbrp hari sblm check in selalu confirm via tlp dlu ke pihak hotel untuk cek nama kita sudah ada atau blm. krn bbrp kali baca ada yg namanya tdk terdaftar klo pesan lewat jasa2 seperti itu. hehehehe

  3. Udah PD karena udah terima voucher hotelnya Mba. Which is kalo di travel agent konventional sudah terima voucher berarti udah OK gt yah.

    Dan berharap kaya traveloka yang ada perubahan atau kondisi apapun selalu email kekita. Baru 2x sih pake agoda buat ke luarnegeri. BIasanya ke hotel langsung.

  4. Waduhh..kalau aku di posisi mba Desy..bukan panik nyari hotelnya..tapi panik nenangin rombongan hahaha. Tapi kayaknya keluarga mba Desy ngga komplain dsb ya

  5. Alhamdulillah gak ada yang komplain Nay, aku kasih tau kalo pindah hotel pas udah ada kepastian dpt hotel pengganti hehehehe. Trus hotel penggantinya lebih bagus kan hehehe.

  6. Aku prnh ngalamin. 2x malah Dan slalu pas kamar yg dibayar belakangan. Kalo kamarnya dibook tp lgs dibayar saat ITU juga, gak prnh ADA mslh mbak. Pokokbya kalo milih sistem pay later, pasti gagal di aku. Sjk itu aku GA prnh pake sistem pembayaran ITU lg. Selalu bayar lgs ,dan bener tuh, agoda GA prnh ksh tau apa alasannya dicancel

  7. Selalu ada hikmah dari setiap peristiwa. Tapi penasaran sama cancellation sepihak oleh Agoda pulak! Soalnya sering pake si Agoda ini. Tengkyu sharingnya.

  8. Waduh, semoga hal tidak menyenangkan dari Agoda tidak terjadi lagi ya, Mbak, ALhamdulillah ketemu ibu manager yang baik, coba kalau hotel tersebut lepas tangan. Sudah panik tambah gak fokus.

  9. Untung pelayanannya Suites 41nya bagus ya mbak smp mau nyariin hotel pengganti. Jadi tau deh skrg kalo mesti lbh teliti lagi soal booking2an hotel di LN, thanks for sharing 😀

  10. Wah kok bisa ya ama Agoda, gue udah panik pasti kalo malem gitu bawa rombongan
    Tapi emang ya, orang Thailand terutama yang berkecimpung di pariwisata itu pada baik baik banget loh. Mereka dengan senang hati ngebantu dan ngga pandang turis dari mana

  11. Keren banget pelayanan 41 Suite! Kok rasanya mau saya bookmark nama hotelnya. Hihihi.
    Tapi artikel ini bikin saya hati-hati sama pelayanan reservasi online, karena gak semua hotel mau kayak Hotel 41 Suite!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *