Cerita Lebaran Pertama Bersama Shanum

”Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Ja’alanallaahu minal aidin wal faizin”

Barakallahu Fiikum

(Semoga Allah menerima amal-amal kita, dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dari orang-orang yang kembali dari perjuangan Ramadhan sebagai orang yang menang).

Aamiin yaa robbal alamiin.

Idul Fitri 1438 H

 

Assalamuallaikum,

Bagaimana liburan lebarannya? Belum bisa move on ya? Tetap semangat ibadahnya, jangan kasih kendor, mungkin ada langsung lanjut puasa syawal, barakallah fiikum.

Alhamdulillah, lebaran kemarin adalah lebaran pertamanya Shanum Azkadina Ristianto, putri kedua saya. Sebenarnya agak deg-degan juga sih mempersiapkan bayi usia 2 bulan 23 hari mengikuti ritual hari raya Idul Fitri. Dimana persiapan yang dilakukan biasanya dari mulai H-3 hari raya.

H-2 saya dan keluarga mulai mudik ke Depok. Setelah solat subuh kami berangkat, perjalanan Tangerang-Depok ditempuh hanya dalam waktu 90 menit saja. Kebayangkan kecepatan mengemudinya Anda berapa km/jam. Karena Naeema ingin sekali membantu membuat kue bersama eyang mami, maka kegiatan hari itu sampai dengan malam takbiran pun adalah membuat kue kering, seperti nastar, kastengel dan kue coklat. Alhamdulillah Shanum juga bersahabat. Selama di Depok, kebanyakan tidur aja. Dan hebatnya kebanyakan tertidur sendiri. Good Girl.

Motherhood, Lebaran, Idul Fitri 1348 H, Daily Life, Ramadhan, Puasa, Lebaran Bersama Bayi
Quality Time Bersama Kaka Naeema, Membuat Kue Coklat

Akhirnya sampailah kita di hari kemenangan 1 Syawal 1438 H. Saya harus bangun lebih awal, tau sendiri kan jadi ibu itu bukan hanya mempersiapkan diri sendiri tapi juga anggota keluarga lainnya. Mandi lebih awal, walaupun setelah itu masih harus beres-beres lagi menyiapkan  yang lainnya. Menyiapkan sarapan, menyiapkan pakaian yang akan digunakan anggota keluarga yang lain dan tentu saja menyiapkan untuk diri sendiri. Jam 5:30 saya sudah membangunkan Shanum untuk dimandikan, karena Shanum suka mandi alhamdulillah ga bikin dia krenky. 

Oh iya, satu hari sebelumnya saya juga sudah memikirkan cara meletakkan Shanum supaya tidak nangis dan saya bisa tetap bisa solat Ied. Intinya selama dia bisa lihat Ibunya atau tahu bahwa ada orang disekitarnya sih dia akan tenang. Antara stroller dan car seat akhirnya saya memilih car seat dengan pertimbangan ketika kami duduk dan solat dia akan tetap bisa melihat kami dan tidak merasa sendiri. Tak disangka, karena angin bertiup sepoi-sepoi dan suara takbir bergema dipertengahan solat Ied, Shanum akhirnya tertidur dengan nyenyak sampai Solat Ied selesai. Masyaallah Tabarakallah….anak baik memudahkan saya untuk solat.

Motherhood, Lebaran, Idul Fitri 1348 H, Daily Life, Ramadhan, Puasa, Lebaran Bersama Bayi
Shanum Dengan Car Seat nya

Berkeliling ke tetangga, lanjut ke rumah Jidah (Nene saya) dan kemudian langsung ke rumah Yangti, sepanjang itu Shanum belum tidur lagi. Akhirnya di jam 10 saat pembagian angpao dirumah Yangti, Shanum mulai protes (karena tidak nyaman) karena ngantuk. Nah…kalau sudah begini Unda tidak mau memaksakan Shanum untuk tetap terjaga, Unda pun menyusui Shanum dan ternyata dia hanya ingin berbarin dan kaget dengan keramaian. Dikamar justru tidak tidur.

Motherhood, Lebaran, Idul Fitri 1348 H, Daily Life, Ramadhan, Puasa, Lebaran Bersama Bayi
Shanum & Yangti
Motherhood, Lebaran, Idul Fitri 1348 H, Daily Life, Ramadhan, Puasa, Lebaran Bersama Bayi
Sungkeman Di Rumah Yangti

Intinya ketika akan berkegiatan cukup padat dan membawa bayi, sebaiknya jangan terlalu memaksakan jadwal kita pada anak. Lebih baik menyesuaikan dengan kondisi bayi agar dia tidak rewel. Kemudian komunikasikan dengan bayi kegiatan yang akan kita lakukan itu sebelumnya. Jam berapa dia akan dimandikan, ketika jadwal dia tidur harus bagaimana, dan ajaklah bayi untuk bekerjasama selama dalam perjalanan.

“Koq bisa, dia kan ga ngerti?”

Ternyata bayi memahami apa yang dikomunikasikan oleh ibunya. Jadi sebaiknya komunikasikan tentang kegiatan yang akan dilakukan kepada dia, insyaallah bayi akan bekerjasama dan menyesuaikan dengan keadaan. So far yang saya lakukankepada Shanum ini cukup berhasil. Alhamdulillah ketika di rumah Yangti kemarin itu dia hanya sedikit nangis, jika disusui dia pun bisa dibuat nyaman kembali.

Jadi jangan takut berkegiatan bersama bayi, jika dipersiapkan dan dikomunikasikan. Jangan lupa diakhir kegiatan sampaikan terima kasih kepadanya jika sudah bekerjasama sepanjang hari. Sedari dini mari kita hargai hal sekecil apapun yang si kecil lakukan.



signature-desy

You may also like

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *