My First Dinar

Bukan bermaksud untuk riya atau menyombongkan diri atau mentang-mentang yah….posting soal hal beginian, tapi ini murni karena ingin dokumentasi aja.
Salah satu target saya di 2013 ini adalan menambah jenis investasi, selama ini yang saya ikuti hanya asuransi konvensional yang saya ikuti semenjak saya masih single. Asuransi konvensionak tersebut merupakan asuransu berjangka yang tidak termasuk proteksi (bukan unitlink). Asuransi yang saya ikuti tersebut dilakukan pembayaran premi selama 5 tahun setiap 3 bulan sekali. Saya pilih asuransi ini karena sesuai dengan budget hehehehe.  Sebelumnya suami saya mengikuti asuransi unitlink namun saya rekomendaxikzn untuk ditutup saja karena saya nilai kurang bisa mengakomodir kebutuhan kani.
Nah ceritanya tahun ini pengen yang namanya berinvestasi di LM. Pas lagi pegang uang pas harga LM turun akhir-akhir ini, akhirnya browsing lah saya kemana-mana. Dari informasi temannya suamiku, sampai ke toko mba Widi (@empathati) dimana disana harga emasnya belum termasuk ongkos kirim. Jadi kalau ingin membeli berarti harga emas × berat emas × ongkks kirim (Rp.50.000). Masih dalam tahapan berpikir sambil browsing-browsing…..akhirnya sampai saya melihat twitter dan tertuju pada @mau_dinar. Ternyata mau dinar itu merupakan salah satu group bisnis nya Mba Asm Nadia, lokasinya didepok dan ternyata free ongkir…..nahhhh pas kan hehehe.
Starring mw beli yang mini dulu (5 gram an), tapi kemudian melabil….begitu inget ada rencana mau ngerayain ultahnya Naeem bulan ini, dan juga setelah konsultasi dengan Mas Aeon (pihaknya MD) dan mempertimbangkan ultah Naeema itu maka saya memutuskan mengambil Dirham saja. Karen menurut MD jika mau kurang 5gr maka sebaiknya dinar saja.
 Source: disini
Maka dengan mengucap bismillah, saya pun akhirny order Dinar. Setelah pembayaran ditransfer sebelum jam 5 sore, maka keesokan harinya dikirimlah Dinar saya kerumah dan free ongkir. Proses pengantarannya pun dipastikan yang menerima adalah kerabat kita sendiri. Alhamdulillah akhirnya bisa memulainy! semoga bisa konsisten nabungnya, amin. Mudah-mudahan bisa di combine dgn LM nya juga ya.



signature-desy

You may also like

12 Comments

  1. @ Mba Mia: Hayuuuk Mba, itung-itung uang lupa, ternyata membukit.
    @Mba Fitri: Masih satu mba masih penuh tantangan memerangi hasrat konsumtif.
    @Mba Nourash: Engga koq Mba, hitung-hitung beli sofa bed ajah…hehehe

  2. Wah, saya belum pernah beli dinar. Saya baru nyoba beli emas antam, dan ternyata rada repot kalo di daerah karna mesti pesan dulu via Pegadaian dan nunggu lama.
    Lebih aman dan menguntungkan mana dinar atau emas batangan ya? *masih awam soal investasi*

  3. Halluw mba salam kenal..;))

    mba sekalian mau tanya, sidinar ini harga jualnya juga tinggi kah? maksudnya harga dinar kecenderungannya naeknya sama kayak LM kah? ;))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *