Quality Time Bersama Si Kecil

Berhubung hari ini adalah hari Ibu, jadi postingan saya berikut ini masih akan membahas tentang peran Ibu. Kalau sebelumnya disini saya membahas tentang ibu dan teknologi. Kali ini saya akan membahas tentang Quality Time Ibu bersama keluarga khususnya si kecil. Kalau ibu-ibu, biasanya apa sih yang dilakukan untuk membangun waktu-waktu berkualitas bersama si kecil?. Kalau saya biasanya jalan-jalan di taman, melukis atau mewarnai dan tidak jauh-jauh pasti ujung-ujungnya pergi ke mall. Kayanya klasik banget ya aktifitas nya. Butuh ide lain nih, aktifitas apalagi sih yang berkualitas untuk bisa dilakukan bersama Naeema, apalagi di musim liburan seperti sekarang ini.
17 Desember 2015 kemarin saya hadir di acara Philips Mother Day Cooking Class yang diselenggarakan di Hotel Pullman Thamrin. Bagi Philips, Ibu selalu menjadi fokus mereka dalam mengembangkan inovasi. Karena itulah tujuan acara memasak ini, selain merayakan hari Ibu juga dimaksudkan untuk mengingatkan dan menghimbau kepada para Ibu untuk selalu dapat memberikan nutrisi yang terbaik untuk keluarga. Para Ibu dianggap sebagai KOL (Key Opinion Leader) dalam rumah tangga yang menentukan kesehatan keluarganya. Kalau bukan Ibu yang menyajikan makanan sehat, lalu siapa lagi?. Acara pagi itu menampilkan Bapak Bondan Winarno, Chef Yuda Bustara dan Marketing Manager dari Philips yaitu Ibu Maria.
Ki-Ka: Chef Yuda, Ibu Maria, Pak Bonda, MC
Dari sinilah kemudian saya mendapatkan referensi kegiatan dari Pak Bondan tentang kegiatan yang bisa dilakukan bersama si kecil. Apakah itu….? Kegiatan berkualitas itu adalah mengajak anak ikut terlibat dalam menyiapkan makanan sehat dirumah. Asiknya Pak Bondan memberikan tips-tips untuk kita agar dapat melaksanakan kegiatan memasak bersama anak, ini dia tips nya:
  • Kegiatan ini bisa dimulai dengan pergi ke pasar. Dengan pergi ke pasar bersama-sama kita bisa sekaligus mengenalkan sayur-mayur, buah dan lauk-pauk yang sehat. Lebih enak sih ke pasar tradisional agar anak juga lebih mengenal produk lokal.
  • Jangan lupa untuk minta antar ayah ke pasar. Hal ini dapat meningkatkan bonding anak kepada orangtuanya dan tentu saja nilai-nilai kerjasama dalam keluarga.  
  • Biarkan anak membantu melakukan hal-hal sederhana pada saat didapur, seperti memotong, mengaduk atau mencetak.
  • Gunakan peralatan dapur yang aman untuk anak, seperti pisau yang terbuat dari plastik dan aman digunakan untuk anak-anak.
Sebuah penelitian dari suatu Universitas di Kanada mengungkapkan bahwa anak-anak yang diajak terlibat dalam kegiatan memasak dirumah maka ada kecenderungan untuk mengkonsumsi makanan sehat. Selain itu dengan keterlibatan anak-anak dalam kegiatan rumah tangga juga bisa membuat mereka lebih percaya diri karena merasa telah melakukan pencapaian tertentu. Jadi jangan ragu untuk mengajak anak masuk ke dapur ya.
Inspirasi membuat makanan sehat juga saya dapatkan di acara ini.  Disini saya jadi tahu bahwa ternyata nasi itu bukan hanya dimakan sebagai menu pokok atau hanya diolah menjadi nasi goreng. Akhh….itu sih saya aja yang gak kreatif. 
Pagi itu, Chef Yuda Bustara mempraktekkan 4 menu yang diolah dari nasi.  Sesi masak pun dimulai. Entah karena dia seorang Chef atau peralatan masak Philips yang sudah canggih, kenapa rasanya masak menjadi mudah kelihatannya pagi itu. Menu yang dimasak Chef Yuda pagi itu adalah:
  • Menu pertama adalah nasi kuning, tinggal cuci beras yang bersih, masukkan bumbu-bumbunya kemudian tanak di rice cooker philips dan biarkan selama 20 menit maka nasi kuning akan siap dihidangkan.
  • Menu kedua adalah puding nasi. Setelah dicampur dengan susu ditambah gula dan diolah sedemikian rupa kemudian ditambahkan toping  mangga yang dihancurkan dengan hand blender philips ini membuat nasi bukan lagi nasi biasa, melainkan makanan manis yang cocok  dijadikan sebagai menu buka puasa. Ini pun disiapkan hanya 20 menit maksimal.
  • Menu ketiga adalah burger nasi. Nasi dicetak menyerupai roti burger kemudian di panggang. Daging cincang dibuat berbentuk daging burger pun juga dipanggang. Disini saya baru tau kalo Philips punya table grill juga yah hehehe…..norak banget deh ah. Jangan lupa ditambahkan keju, sayuran dan sedikit saus tomat. Menu ketiga ini bisa jadi alternatif kalau anak-anak bosan makan nasi dengan cara yang konvensional.
  • Menu keempat adalah lauk yang berbahan dasar ayam yaitu ayam teriyaki. Proses pembuatannya sama seperti resep pada umunya. Tapi ada tips dari Pak Bondan, sebaiknya untuk saus teriyaki dimasukkan pada saat pemasakan bukan pada saat perendaman. Untuk perendaman sebaiknya cukup dengan kecap asin saja. 
1. Nasi Kuning; 2. Puding Nasi; 3. Burger Nasi; 4. Ayam Teriyaki
Menu-menu yang dibuat Chef Yuda diatas itu mudah kan?. Anak kita juga bisa ikut terlibat loh, sekedar mencincang sayuran, mencetak nasi menjadi bentuk roti burger, atau mengaduk. Dengan aktivitas seperti ini bisa lebih mendekatkan hubungan antara orangtua dan anak serta mengenalkan mereka akan makanan sehat dan bergizi. Kalau sudah begini, hari-hari tidak makan sayur mungkin sudah tak ada lagi. 
Selamat mencoba ya ibu-ibu. Selamat Hari Ibu, tetap bersinar dan cemerlang untuk keluarga tercinta.



signature-desy

You may also like

22 Comments

  1. "Biarkan anak membantu melakukan hal-hal sederhana pada saat didapur, seperti memotong, mengaduk atau mencetak."

    saya tiap hari bantu ibu di dapur 🙂
    apalagi kalo lebaran, bikin nastar seminggu full
    tapi emang paling banyak ngeribetin sama nyicipin aja dibanding bantu bikin nastarnya he he he

  2. seneng ya Des di acara kemarin, aku pribadi juga mendapat banyak pencerahan dari pak Bondan, suka lupa kalo bahkan ke pasar pun bisa jadi quality time sama anak dan ngasih mereka life skills baru..

  3. Hai Mba Zata, aku pernah ngajak Naeema ke pasar, tapi lupa disisipkan tentang hal-hal makanan sehat itu. Sepertinya itu perlu banget ya….mesti diingat-ingat, next kalo ke pasar pake acara penjelasan deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *