Wedding Party n Holiday (Part 1)

Senang deh kalau dapat undangan nikah itu didaerah Bandung, apalagi kalau memang teman dekatnya Anda’ yang punya acara, hehehehe *modus. Entah kenapa saya suka dengan auranya Bandung, padahal sama macetnya dengan Jakarta, tapi saya suka sudut kotanya yang masih vintage, mungkin juga teringat masa kecil saya yang seringkali berlibur kesana bersama keluarga.
 
Kembali ke topik Undangan yah, hampir dalam 2 minggu kemarin (bulan yang berbeda) dalam jangka waktu yang berdekatan itu kami meluncur ke Bandung. Yang pertama hanya kami ber-3 (Unda, Anda’ dan Naeema) , menghadiri resepsi pernikahan dari teman sekantornya Anda’ dan juga satu SMU dulu. Acaranya siang hari, lebih santai tapi sumpahnya aq suka sekali dengan dekor dan juga konsep acaranya. Suka dengan akustikannya, dan lagu-lagu cinta nya, suka dengan spot foto dibawah pohonnya yang sungguh natural, suka dengan makannya yang simple tapi cukup yummy, suka dengan lokasi acaranya di resto & guest house bikin seperti berada dirumah sendiri dengan design interior nya yang vintage. Sayang diacara itu saya tidak sempat mengabadikan hal-hal yang menarik bagi saya, tidak lain karena hp saya lowbat (susah deh kalo ga punya power bank). Siang itu kami tidak berlama-lama di Bandung, hanya mampir sebentar ke FO Anak Kecil, beli beberapa potong baju kebutuhan Naeema dan kembali pulang. Karena kami memang merencakan berliburnya saat acara undangan ke-2 di awal Februari.
 
2 Februari 2013, kami meluncur ke Bandung bersama Mami dan Aunty Dedes (sepupu saya). Menginap di daerah Dago Restort tepatnya Rumah Joglo, masih satu lokasi dengan Resepsi Pernikahan yang akan dilangsungkan Sabtu Malam, kami ambil 2 kamar disana, lumayan bisa dapat diskon karena masih dihitung keluarga yang punya acara hehehehe. Niat hati sampai di Bandung Sabtu siang bisa keliling dulu di kotanya, tapi apa daya….tidak sempet euy. Anda’ ngejar supaya bisa datang juga saat ijab kabul. Baiklah…akhirnya kami langsung meluncur ke Dago Resort. Eh iya….niatnya sih hari Minggu nya  mau nyoba ke Pasar Baru (dpt rekomendasi dari temen beli celana Palazzo disana lumayan murah). Tapi diurungkan saja, jauh-jauh ke Bandung sama keluarga koq ya diajaknya belanja ke Pasar Baru hehehe
 
Acara resepsi pun berlangsung dengan lancar, untung aja Anda tidak ikutan acara after partynya, kalau ikut bisa gagal acara di hari minggu yang tidak terlupakan ini. Sampai dengan minggu pagi setelah sarapan kami masih belum memutuskan akan pergi kemana. Mau ke kebuh strawberry di Ciwidey (usulnya Anda) Oh No, itu sungguh berlawanan arah. Sambil packing dan beres-beres kamar saya pun teringat postingan mak Dev tentang De’Ranch. Ajukan ke Anda dan anda pun langsung browsing sana-sini, serta atur GPS plus aplikasi navigator di Note.s. Kenapa begitu? Biar ga nyasar dan buang-buang waktu sama macetnya Bandung yang bikin kiita jadi ga puas jalan-jalannya.
 
Dan Yeaaayyy sukses sampai De’ranch lewat jalan tikus. Sampai hanya dalam waktu kurang dari 1 Jam dan tidak begitu merasakan macet kecuali di Ps Lembang, karena kita memang harus memutar untuk masuk ke jalurnya De’Ranch. ο»Ώ
 
Woooww….saya excited melihat dalamnya, sungguh natural sekali, dengan pemandangan bukit yang ketika saya datang masih ditutupi kabut. Tiket masuk yang memang cukup murah (tapi tidak dengan makanan dan permainannya). Bingung sih sebenernya mau main apa disini, tapi setelah dilihat-lihat akhirnya kami memutuskan untuk mengajak Naeema bermain air (di Gold Mining boongan). Sekalian ngetes juga, apakah dia masih takut akan kotor?. Bermain perahu air dan kereta kuda ala om Cowboy. Untuk HTM setiap permainan saya tidak begitu aware, soalnya Anda’ sih yang urus semua hehehehe.
 
Quality Time antara Naeema & Anda.
Mencari sebongkah Emas (Palsu)
 
 Ini tuh ceritanya nyari emas (Red: batu yang di cat kuning) yang dikumpulin terus nanti setelah waktunya selesai dan emas-emas itu ditimbang bisa ditukar dengan hadiah yang sudah disediakan oleh penyelenggara. Ini sungguh simple tapi seru sih ya…..
 
Ternyata di De’Ranch sendiri ada 2 Cluster/area. Yang pertama adalah area Cowboy dan yang kedua adalah area Indian. Dan lagi-lagi disini sungguh banyak spot buat foto. Kayanya seru juga ya pergi sama Backpacker kesini, yang pasti rempong mau difoto dimana-mana hehehehe.
 
 
 
Berada di De’Ranch itu berasa ga di Bandung. Rumput hijaunya sungguh menggoda untuk berlarian sana kemari. Kalau permainannya sendiri sih ya…Naeema belum bisa mainin semua, apalagi trampolin itu. Tapi kalau dari segi venue nya saya lebih suka De’Ranch dibandingkan Rumah Sosis. Saya lebih suka udaranya, hijau rumputnya serta bukitnya, sungguh eksotik. ο»Ώ



signature-desy

You may also like

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *