Welcoming May, Welcoming New Office

Akhirnya setelah pengajuan resign yang seharusnya 1 bulan efektif dan kemudian diperpanjang (khusus saya) menjadi 2 bulan, akhirnya saya resmi MOVE ON dari perusahan medical devices dari Jerman itu. Banyak orang tidak percaya dengan keputusan saya ini termasuk mama saya, selain memang kabar resign ini dirahasiakan bagi orang-orang diluar divisi HRD, ditambah lagi sampai dengan detik-detik terakhir efektif mengundurkan diri, saya masih sibuk follow up pendingan-pendingan recruitment. Dan ditambah memang saya tidak mengirimkan farewell email kepada seluruh karyawan. Saya hanya memberi kabar dan pamitan kepada orang-orang dikantor pusat dan beberapa Leader area yang sampai saya informasikan tidak juga percaya, ya sudahlah ya…..
5 Mei 2014, saya resmi berkantor di salah satu perusahaan e-commerce yang khusus bergerak di  bidang flash sales. Proses recruitment disini relatif lebih mudah dibanding perusahaan pada umumnya. Tetapi memang dengan typikal perusahaan sejenis ini, semua rata-rata hanya sampai dengan interview base on competency. So…Insting akan lebih banyak dipergunakan disini. Situasi disini mayoritas adalah Gen Y yang notabene masih anak-anak muda semua. Rata-rata mereka dibawah 30 tahun. So berasa awet muda lah saya ^_^. Untuk penerimaan karyawan, disini relatif lebih mudah….yang penting ada chemistry aja sama usernya. Nah lo….mudah atau sulit ya kalo begitu?. Mereka tidak masalah dengan menerima fresh graduated, yang penting up date dan engga kudet.
KENAPA PINDAH?.
So many people always asking me for that question. Ini tidak pernah dibayangkan bahwa proses saya mendapatkan pekerjaan di tempat yang selalu saya ingin pelajari bisnisnya datang begitu cepat. Can we call it DESTINY? Sebenarnya saat ini saya lagi excited banget sama challenge baru di Perusahaan Jerman itu. Tetapi akhirnya dengan Bismillah…..saya ambil tawaran itu. Kalau MY bilang sih 

Ini kan udah diimpikan kamu, ada kesempatan ya Nothing To Lose aja. Apalagi kamu kerja itu statusnya hanya membantu, bukan pencari nafkah yang utama. Yang penting adalah antara ngurus anak dan kerja itu porsinya harus lebih besar ngurus anak dan rumah tangga.

JEGER……….!!! Well saya ngaku deh, kerjaan di Perusahaan Jerman yang besar itu memang seakan menelan saya dalam kesibukan yang luar binasa. Sampai pada akhirnya saya kesulitan membagi waktu antara profesionalisme kerja dan Ibu Rumah Tangga. Alhasil sepertinya MY sudah tidak ridho istrinya kerja. Makanya dia dukung banget saya pindah kantor, apalagi karyawan lebih sedikit tapi penghasilan alhamdulillah ditawarin lebih baik.
Pertimbangan saya pindah pun, supaya bisa menjadi lebih adil mana urusan kantor dan mana urusan keluarga. Dan lebih banyak hal-hal yang bisa saya lakukan. Misalnya, memulai bisnis online shop saya sendiri yang selama ini masih maju mundur prosesnya, mulai bisa konsen belajar nge-craft, jahit dan mungkin bisa sedikit-sedikit runaway after lunch untuk hadir di acara-acara blogger yang kadang dilaksanakannya di weekday *modus. 
Source Picture
Mudah-mudahan dengan pindah perahu yang lebih mendekati passion saya, bisa menambah ilmu saya dalam hal enterpreuner. Dan kalau memang belum, seperti yang Om Steve bilang:  just keep looking for another.
SEMANGAT KAKA……!!!!



signature-desy

You may also like

5 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *