Mitos Seputar Menyusui Yang Harus Ibu Ketahui

Bagi seorang ibu, penyesuaian atau adaptasi mungkin sesuatu yang abadi kali ya? Bayangin aja gak pernah ada sekolahnya tapi tiba-tiba sudah harus mengurus seorang bayi yang perlu kita jaga amanah itu. Tapi tenang….setiap orangtua khususnya Ibu sudah diberkahi oleh Allah azza wajalla insting orangtua. Bagi saya yang muslim, hal-hal yang berhubungan dengan pola pengasuhan tinggal dalami Al-Quran dan Hadist, sedangkan untuk hal-hal lainnya seperti menyusui, MPASI, dan tumbuh kembang anak bisa dibaca di situs parenting atau belajar dari orangtua kita. Ribet ya? Enjoy aja…..insyaallah pahalanya sampe hehe.

Moment yang paling susah dilupakan setelah melahirkan itu adalah menyusui. Menyusui adalah suatu hal yang selalu didambakan setiap perempuan yang sudah menjadi Ibu. Dalam aktifitas menyusui ada banyak hal yang bisa dicapai, misalnya:

  • ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi
  • Menyusui bisa meningkatkan bonding antara ibu dan bayi
  • Menyusui dapat membantu ibu untuk mengembalikan berat badan normal kembali dan masih banyak lagi yang lainnya.

Baca Juga: 5 Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Produk Perawatan Bayi 

Menyusui itu adalah suatu hal yang harus dipersiapkan sejak kita hamil. Mulai dari mindset, nutrisi dan ilmu. Nah bicara soal ilmu, seorang ibu harus tau nih mitos seputar menyusui, supaya jadi tau kebenarannya. Jangan sampai jadi baper karena tau mitos-mitos kaya gini, akibatnya bisa menghambat proses menyusui deh. Mencari informasi dari berbagai sumber itu penting banget loh. Bahkan saya saja pun tetap banyak membaca dan update informasi, meskipun kemarin itu adalah kehamilan kedua saya.

#TUMLuncheon, #TUMBreastfeeding, Avent, Mitos Menyusui, Menyusui, Fakta Menyusui
dr. Sarah Audia Hasna

Diacara #TUMLuncheon yang dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2018 yang lalu, saya mendapatkan informasi tentang mitos dan fakta seputar menyusui. Rasanya sayang kalau informasi ini tidak saya tulis disini. Bisa untuk saya baca lagi dikehamilan ke tiga nanti. Atau untuk para ibu yang sedang menyusui atau menunggu proses kelahiran si buah hati. Siang itu dr. Sarah Audia Hasna yang concern terhadap laktasi memberikan informasi yang merefresh kembali pengetahuan saya tentang ASI. Duh bener deh jadi makin semangat menyusui hingga dua tahun, semoga Allah azza wajalla ijinkan.

Ada beberapa hal yang sering kita dengar di masyarakat, seakan-akan itu adalah benar tapi ternyata itu hanya mitos. Sayangnya gara-gara hal ini seringkali jadi membuat kita jadi baper. Biar ga baper lanjutin baca sampai habis ya, mitos dan fakta seputar menyusui berikut ini:

  1. Mitos: Bocor kolostrum di trisemester ketiga itu tidak menjamin ASI lancar. Faktanya: Tetap lakukan IMD, rawat gabung dan menyusui dengan latch on yang benar untuk merangsang ASI  berproduksi terus.
  2. Mitos: Asi belum keluar di 3 hari pertama. Faktanya: ASI sudah keluar meskipun masih sedikit sesuai dengan kebutuhan bayi, tanamkan positive mind “ASI Cukup” “ASI Keluar”, lakukan IMD, rawat gabung dan menyusui dengan latch on yang baik.
  3. Mitos: ASI bening (kolostrum) tidak baik untuk bayi baru lahir. Faktanya: Kolostrum adalah cairan hidup yang banyak mengandung manfaat, seperti: sebagai antibodi, mengandung zat pencahar, mengandung sel hidup untuk pertahanan tubuh, menurunkan resiko breastfeeding jaundice, dan kaya nutrisi yang dibutuhkan bayi di awal kehidupan.
  4. Mitos: Puting nyeri pada saat menyusui. Faktanya: Puting tidak akan nyeri jika bayi menyusu dengan latch on yang benar.
  5. Mitos: Ibu dengan payudara kecil berarti menghasilkan ASI yang sedikit. Faktanya: Banyak atau tidaknya ASI tidak berpengaruh pada ukuran payudara Ibu, tapi lebih kepada seberapa sering bayi menyusu.
  6. Mitos: Mencuci payudara sebelum menyusui Faktanya: Hanya perlu mengoleskan ASI sebelum dan sesudah menyusui, ini juga bertujuan untuk menghindari puting lecet.
  7. Mitos: Jangan makan pedas, nanti bayinya sakit perut. Faktanya: Jika bayi diare biasanya disebabkan karena infeksi (virus/bakteri/parasite), perubahan BAB karena intoleransi terhadap makanan asing pada makanan ibu.
  8. Mitos: Produksi ASI ditentukan oleh seberapa banyak hasil perahan ASI. Faktanya: Ingat akan proses Deman dan Supply, ASI dihasilkan sesuai dengan permintaan bayi.
  9. Mitos: Bayi harus menyusu 2 jam sekali. Faktanya: Bayi tidak ada jadwal khusus ketika ingin menyusu. Susui bayi sesuai dengan kebutuhan bayi.
  10. Mitos: ASI encer itu tidak baik sedangkan ASI kental itu baik. Faktanya: ASI kental itu berarti Hindmilk sedangkan ASI encer berarti foremilk. Keduanya sama-sama bagus.
  11. Mitos: Bayi 0-6 bulan membutuhkan air putih saat cuaca panas. Faktanya:  Kebutuhan air bayi sudah dapat dipenuhi dari ASI, karena ASI 90% mengandung air.
  12. Mitos: Ibu yang terkena infeksi harus berhenti sementara menyusui karena khawatir bayi akan tertular. Faktanya: ASI mengandung sel-sel pertahanan tubuh, antibodi yang dibutuhkan untuk meningkatkan imunitasnya.
  13. Mitos: Bayi yang terkena diare biasanya membutuhkan air atau susu formula khusus, sehingga ASI sebaiknya dihentikan dulu. Faktanya: ASI justru sangat dibutuhkan pada bayi yang diare, bisa menjadi pengganti cairan untuk mencegah dehidrasi berkelanjutan.
  14. Mitos: Bayi diatas 6 bulan memerlukan tambahan susu formula untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Faktanya: Saat bayi 6 bulan sudah bisa diberikan MPASI dengan menu 4 bintang sesuai rekomendasi

Menurut Finna Yudarisman yang juga seorang mom blogger dan pejuang ASI, proses menyusui itu harus dipersiapkan sejak lahir. Dan usahakan terus untuk bahagia untuk bisa merangsang hormon oksitoksin yang berpengaruh pada produksi ASI. Jadi bahagialah sebisanya…..

#TUMLuncheon, #TUMBreastfeeding, Avent, Mitos Menyusui, Menyusui, Fakta Menyusui
Finna Yudarisman, Pejuang ASI

Nah…gimana, sudah pernah ada yang baper gara-gara mitos diatas? Saya sih udah, untungnya keburu tau faktanya dan ga jadi baper berkepanjangan. Insyaallah tetap semangat menyusui sampai Shanum 2 tahun nanti. Mudah-mudahan Allah memudahkan semuanya.

#TUMLuncheon, #TUMBreastfeeding, Avent, Mitos Menyusui, Menyusui, Fakta Menyusui
Avent Breastpump Elektric

Oh iya kalau membahas tentang menyiapkan ASIP, saya pertama kali pakai Avent Manual, enak dan lembut sehingga meminimalisir puting lecet loh. Bisa dipakai bahkan 24 jam setelah melahirkan loh. Untuk botol juga saya percayakan pada botol Avent supaya bayi ga bingung puting.

Kapan-kapan kalau saya hadir di #TUMLuncheon saya share lagi ya ilmu-ilmu yang saya dapat. Supaya bisa belajar bareng dan mungkin bisa diskusi juga dikolom komentar artikel ini.



signature-desy

You may also like

4 Comments

  1. penting banget mitos2 ini dishare satu2
    banyak ibu2 yg ikut kelas ASI aku nanyain2 hal diatas. pentingnya taunya sblm melahirkan yaa, kalu pas udh lahiran, lalu 3 hari blg asi ga ada hiks, kasian yg disalahin tongue tie anaknya huhu

  2. Saya mendukung gerakan teteh desi anak ketiga. #3 AnakCukup

    Btw beruntunglah aku punya Mika disaat informasi ttg Asi sudah cukup banyak. Jadi gak panik ngadepin mengasihi pertama kali

  3. Alhamdulillah dua kali melahirkan asi selalu lancar, sampe lancarnya di bayi gak mau nyusu lewat dot. PR banget buat anak ketiga nanti gimana caranya biar asi bisa masuk botol dan si bayi mau minim lewat dot huhuhuhu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *