Nonie’s Huis adalah salah satu resto di Cibubur dengan interior yang unik dan juga instagramable bergaya Belanda. 

Macan ternak (Mama Cantik Anter Anak) memang punya radarnya luar biasa yah. Dimana ada resto, cafe atau tempat main bagus yang enak buat duduk-duduk cantik langsung masuk daftar tempat yang harus dikunjungi bareng bestie, eciyeee. Apalagi kalau tempat tersebut buka pagi hari maka otomatis langsung dimasukkan jadwal sarapan bersama. 

Pagi itu kami harus antar anak-anak gladi resik di Multifunction Hall Raffles Hill tempat acara graduation anak-anak TK diselenggarakan. Lokasinya berbeda dengan lokasi sekolah, jadi otomatis rata-rata semua menunggu hingga gladi resik selesai. Karena kalau harus pulang dulu tuh nanggung banget gitu loh. Oh iya, ini cerita tentang macan ternak yam jadi maklum aja punya waktu luang pagi-pagi.

Karena kegiatan gladi resik tidak boleh ditunggu jadilah kami harus keluar dari dari lokasi, tapi disana tidak ada tempat duduk yang enak untuk nunggu.  Akhirnya kami memutuskan untuk nunggu di resto yang dekat dengan daerah itu. Biasanya sarapan dengan Tim Sar kali ini lebih rame lagi. Rombongan sekitar 15 orang kita pergi mencari tempat nongcan. 

Selalu ada Aha! momen kali lagi blank harus kemana. Muncul ide untuk ke Nonie’s Huis, sebuah hotel yang juga punya fasilitas resto yang buka sejak pagi. Setelah dihubungi, Alhamdulillah ruangan indoor nya pun available untuk menerima rombongan kami. 

Nonie’s Huis 

Sebenarnya banyak pilihan resto di Cibubur. Tapi yang buka sejak pagi memang terbatas yah. Pagi yang saya maksudkan adalah buka sejak jam 7 sampai 8 pagi. Karena rata-rata kebanyakan cafe atau resto di sekitar sini normalnya buka di jam 10 pagi. 

Salah satu resto di Cibubur yang buka sejak pagi adalah Nonie’s Huis yang berlokasi di Jl. Danau Cibubur Asri No.105, RW.5, Harjamukti, Kec. Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat 16454. Tidak sekedar restoran, Nonie’s Huis ternyata sebuah hotel yang terdiri dari 2 lantai, sementara untuk restoran nya ada di lantai 4. 

Bangunan berwarna hijau tua ini memiliki detail yang khas apartemen vintage di Belanda dengan masing-masing kamar memiliki balkon yang menghadap ke area semi outdoor. Jujur saja saya suka banget dengan warna cat hijau tua nya itu. Lantai 1 dijadikan lahan parkir, sehingga masih aman jika harus datang bersama teman yang berbeda kendaraan. 

Masuk ke bagian dalam saya semakin dibuat terkesima dengan setiap detail hotel ini. Suasananya hangat khas rumah-rumah kuno di Eropa. Paling tidak itu yang biasa saya lihat di televisi ya, karena saya belum punya pengalaman lihat langsung di Belanda, hehehe. Interior nya semua bergaya Belanda, sampai ke pojokan sofa yang ada di sudut jendela, penataannya saya suka banget.

Meskipun terkesan minimalis, tapi tenang saja hotel ini punya lift loh. Jadi untuk menuju ke restoran Nonie’s Huis yang ada di lantai 4 kita bisa menumpang lift. Kalau mau naik tangga ya ngga papa juga, karena tangga nya pendek kok. Bisa ngintip setiap koridor kamar hotelnya sekalian. Dan tentu saja menikmati setiap detail interiornya. 

Review Resto Nonie’s Huis, Resto Di Cibubur

Sudah sampai di lantai 4 kita bisa langsung menuju ke Resto Nonie’s Huis. Bukan tipikal resto open space ya. Resto ini memiliki beberapa ruangan dengan desain yang berbeda-beda tapi tetap bergaya ala belanda. Kebayang kan desain eropa dengan dinding serba wallpaper vintage, ya begitu pokoknya. 

Meski dibuat ruang per ruang, tapi restoran ini terbilang cukup luas. Ada area indoor dan outdoor. Datang pagi saja terlihat cantik, saya rasa penampakannya pada malam hari lebih elegan lagi yah. Diwarnai dengan penerangan yang serba kecoklatan. 

Restoran ini tidak hanya terdiri dari satu lantai saja, tapi ada dua lantai termasuk dengan rooftop. Semakin ke atas desain semakin simple, tapi vibe nya seperti cafe-cafe di pinggir kanal Belanda. Hahaha penggambarannya semakin sok tau nih, kaya pernah ke Belanda aja deh. Tapi emang vibe nya kaya gitu. 

Tipe makanan yang dihidangkan disini ada dua yaitu kuliner nusantara dan western. Mulai dari appetizer, main course sampai ke dessert. Resto ini juga menawarkan kopi juga, tapi sayangnya untuk coffee shop nya baru beroperasi sekitar jam 11 siang. Untuk detail menu Nonie’s Huis bisa dicek di website resminya ya. 

Saya dan teman-teman pagi itu kami hanya memesan menu nusantara saja. Berhubung masih jam sarapan jadi yang kami pesan pun tidak jauh dari nasi goreng, gado-gado dan juga snack seperti bola-bola ubi dan tape goreng (duh saya lupa namanya apa ya?).

Menurut Ibu-ibu untuk nasi gorengnya enak, gado-gado nya menurut saya juga lumayan, tapi saya lebih suka bumbu kacang yang tidak terlalu halus. Kurang medok gitu bumbunya menurut saya. Tipikal gado-gado siram ala boplo. Snack bola ubi dan tapenya enak banget. Mie gorengnya menurut saya agak asin yah. 

Sementara itu range harganya mulai dari 15 ribu hingga 200 ribu. Agak tinggi harganya karena sekelas restoran hotel ya. Tapi jika dibandingkan dengan resto hotel lainnya, disini harganya masih affordable kok. 

Kesimpulannya tempat ini rekomen kok untuk ngumpul bareng teman dengan vibe ala ala di luar negeri. Untuk menunya banyak pilihan menu-menu yang bisa dipilih sesuai selera. Untuk dijadikan tempat arisan juga cocok karena ada ruangan yang terpisah jadi ala ala private gitu. Kalau mau datang kesini lebih baik booking dulu apalagi kalau datang dengan teman lebih dari 5. 

Okelah, segitu dulu ya bahasan soal resto yang disukai oleh Macan Ternak ini. Next akan ada tempat baru yang akan saya bahas ya, tungguin. 

signature-desy