Sudah sampai di Alun-Alun Surya Kencana Timur, apakah harus summit ke Puncak Gede?. Akhirnya kami bisa beristirahat. Jujur saja waktu tiba di alun-alun surken timur saya mau duduk berlama-lama dan menikmati suasana. Membuka perbekalan kami yang berisi nasi dan telor dadar.
Di waktu seperti ini, tidak membiasakan pilih-pilih makanan rasanya sangat berguna deh, soalnya nasi yang kami bawa dari bawah terasa sangat dingin sekali. Tapi tetap kami makan, supaya energi kami bisa kembali. Makan dengan telur dadar saja rasanya nikmat, apalagi viewnya indah banget, membuat jadi “mevvah” pokoknya.

Angin berhembus kencang, sungguh membuat saya nyaman sekali. Udara yang sejuk adalah favorit saya. Jadi mau duduk berlama-lama disana sebenarnya saya betah-betah saja. Atau mungkin ini karena pengalaman pertama jadi serba amaze gitu. Tapi ya, sholat dengan mukena parasut di tengah angin yang berhembus kencang ternyata cukup menantang. Harus memastikan mukena kita tidak tersingkap. Jujur itu sulit sih.
Bingung, Haruskah Kami Lanjutkan Perjalanan?
Sudah makan, sudah sholat dan saat akhirnya kami benar-benar bisa menikmati suasana alun-alun surken yang selama ini cuma bisa kami lihat di sosial media. Masya Allah, sebuah rejeki yang besar untuk saya hari itu.
Kami masih mempertimbangkan untuk summit ke puncak gede. Saat ini Mba Tinie merasa lututnya sudah terasa nyeri. Maklumlah, kami bukanlah pendaki yang masih belia, usia memang ngga bohong ya. Biasanya saya juga bermasalah dengan lutut, tapi Alhamdulillah hari itu lutut saya justru tidak terasa nyeri sama sekali.

Kalau tidak summit, kami merasa rasanya tanggung aja ya, apalagi dengan perjalanan yang sudah jauh ini. Tapi kalau summit, Mba Tinie tidak percaya diri dengan kondisinya. Khawatir merepotkan saya, Mba Ria dan Guide. Tapi kalau tidak summit sekarang, kapan lagi kami bisa mendaki ke Gunung Gede, ya kan? Perjalanan dari tempat kami berada ke puncak membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sekali perjalanan. Waktu menunjukkan pukul 3 lewat, sedikit mendung tapi angin kencang sih, gerimis sedikit tapi hanya sebentar.
Akhirnya kami pun memutuskan untuk summit dengan kondisi lutut Mba Tinie yang nyeri kami pun memutuskan untuk naik pelan-pelan saja. Jam 3 lewat kami mulai bergerak kembali menuju ke puncak Gunung Gede. Awal kami sudah disambut dengan anak tangga yang tidak terlalu tinggi. Kami berdoa semoga perjalanan ke atas bisa benar-benar sesuai dengan waktunya yaitu 1 jam.

Jalurnya menuju puncak gede sudah tersedia anak tangga. Tapi ada di beberapa bagian anak tangga itu agak hancur sehingga ada pijakan tanah yang kering dan licin. Pelan-pelan naik, Alhamdulillah Mba Tinie masih sanggup mengimbangi. Agak susah kalau sudah papasan dengan pendaki yang baru turun dari puncak, dan ada di jalan setapak yang kecil. Otomatis kami harus berjalan bergantian. Yang begini ini bikin waktu tempuh jadi semakin lama. Saya khawatir semakin sore jadi semakin gelap. Saya ngga mau harus turun ke surken langitnya sudah gelap.
Summit Ke Puncak Gede 2958 Mdpl
Alhamdulillah kami tiba di puncak sesuai dengan ekspektasi kami yaitu 1 jam. Sekitar jam 4 kami tiba di Puncak Gede 2958 Mdpl. lagi-lagi saya dibuat takjub dengan pemandangan yang saya lihat. Alhamdulillah masih banyak orang-orang yang baru tiba ke puncak gede. Ada yang dari alun-alun surken, ada juga yang katanya dari arah Cibodas. Sebagian dari mereka ada yang nge camp di area kandang badak atau tektok seperti kami ini. Hanya saja mereka tektok turunnya ke Cibodas bukan kembali ke Gunung Putri seperti kami.

Ternyata area Puncak Gede itu tidak terlalu besar ya. Jalan juga seadanya, tidak ada tanah agak besar seperti lapangan. Dari puncak kita bisa melihat bagian kawah gede yang sudah tidak aktif tapi masih terdengar suara gemuruh dan asapnya. Sedangkan sisi satunya, kita bisa lihat Selabintana, jalur trek lain menuju ke sini.
Kami berfoto, menikmati langit dan awan yang bergerak dengan dinamis karena tertiup angin. Matahari yang sudah bersiap ingin terbenam, dan asap kawah yang sering menutupi pemandangan indah ini. Hari itu rasanya MY DREAM COME TRUE, Alhamdulillah. Indah banget di Puncak Gede itu.
30 menit berada di Puncak Gede, kami pun memutuskan untuk turun kembali. Karena kami masih harus melanjutkan perjalanan turun ke bawah. Sebenarnya kurang puas sih menikmati waktu di puncak gede tapi mau gimana lagi, kami harus cepat pulang.

Turun ke alun-alun surken kembali ternyata kami bisa lebih cepat. Tanpa istirahat lagi kami langsung melanjutkan perjalanan ke alun-alun surken barat. Dan ternyata, suasana alun-alun surya kencana menjelang matahari terbenam itu sungguh luar biasa indahnya, MasyaAllah, Allahu Akbar.
Benar-benar rasanya ingin nge-camp disini dan berharap bisa memandang milky way dengan mata telanjang saya. Semoga bisa terwujud ya, aamin. Saya lebih banyak menjauh dari Mba Tini dan Mba Ria karena dalam perjalanan dari timur ke barat saya lebih banyak berbicara dengan diri saya sendiri.
Kami memutuskan istirahat di alun-alun surya kencana di barat. Disini kami memutuskan untuk isoma lagi. Nah, untuk cerita berikutnya saya akan lanjut di postingan berikutnya ya….tenang, masih seru kok.


