Diare Pada Anak

Sering membaca berita tentang kasus diare pada anak terutama dibawah lima tahun seringkali berujung kematian. Serem ya, diare pada anak memang bukanlah hal yang bisa dianggap remeh. Karena pada kenyataannya diare yang dialami anak-anak bisa jadi penyebab kematian. Diare merupakan sebuah kondisi anak yang mengalami Buang Air Besar (BAB) lebih sering dari biasanya. Kondisi fesesnya biasanya lebih cair. 

Penyebab diare yang sering kita tau biasanya karena mengkonsumsi makanan yang kurang terjaga kebersihannya. Biasanya anak-anak suka kan jajan sembarangan. Tapi sebenarnya penyebab diare pada anak itu bermacam-macam, seperti:

  • intoleransi terhadap makanan, laktosa dan fruktosa.
  • Alergi makanan.
  • Efek samping dari obat-obatan tertentu.
  • Rotavirus
  • Infeksi bakteri, virus dan parasit.
  • Radang pada saluran pencernaan.

Cara Mengatasi Diare Pada Anak

Di Acara Happy Parenting With Radio Sonora yang saya hadiri pada hari Sabtu (13/7) lalu saya mendapat beberapa pencerahan mengenai bagaimana mengatasi diare pada anak. Beberapa hal yang bisa kita lakukan dirumah ketika si kecil terindikasi diare (BAB lebih dari 3x dengan feses cair) misalnya dengan memberikan obat-obatan dari bahan alami yang tersedia di rumah. Obat herbal ini bisa digunakan sebagai langkah awal pengobatan sambil kita observasi perkembangannya. Biasanya rentang waktu observasi maksimal adalah 3 hari. 

Happy Parenting With Radio Sonora, Cara Mengatasi Diare Pada Anak

Ki-Ka: Dr. Widya dan Moderator

Ada beberapa bahan herbal yang bisa kita racik dan berikan pada si kecil sebagai cara mengatasi diare pada anak, yaitu: 

  • Daun jambu biji. Daun jambu biji ini memiliki kandungan yang bisa memadatkan feses. Caranya ambil daun jambu biji muda, kemudian tumbuk dan peras sampai menghasilkan 1 sendok ekstrak jambu biji. Campurkan dengan sedikit garam yang berfungsi untuk membunuh bakteri dan penghilang rasa pahit.
  • Jahe. Tanaman ini mengandung anti-peradangan, analgesic, dan anti bakteri yang bisa memulihkan gangguan pencernaan. Hangatnya jahe juga bisa berfungsi untuk menenangkan. Cara penggunaannya bisa direbus kemudian diambil airnya. Campurkan dengan madu untuk menambahkan rasa manis. 
  • Kunyit. Kunyit mengandung zat kurkumin yang berfungsi sebagai antioksidan yang sangat kuat. Cara penggunaannya bisa dengan dua cara, yaitu direbus kemudian diambil airnya. Atau diparut kemudian diberi air hangat kemudian diperas dan diminum airnya. Tambahkan madu untuk menambah rasa manis. 
  • Madu. Dengan menambahkan madu bisa membantu untuk menyerap elektrolit sehingga terhindar dari dehidrasi.

Menurut Dokter Widya yang menjadi narasumber siang itu, pemberian obat herbal yang diracik sendiri boleh-boleh saja dilakukan. Tapi harus tetap memperhatikan dosis pada saat pemberiannya. Jangan sampai kelebihan dosis, bukan mengobati jadi justru memperburuk keadaan. 

Entrostop Herbal Anak

Sekarang ada entrostop herbal anak yang mengandung bahan-bahan herbal yaitu ekstrak daun jambu biji, ekstrak daun teh, dan kunyit yang berfungsi menyerap racun atau bakteri yang menyebabkan diare. Obat herbal ini cukup praktis karena langsung bisa diminum. Dalam satu kotak Entrostop herbal anak ini ada 6 sachet masing-masing berukuran 10 ml untuk satu kali minum, sehingga dosisnya terukur dengan tepat. Anak-anak yang berusia 6 tahun keatas bisa mengkonsumsi obat herbal ini. Harganya sekitar 10 ribu rupiah per kotak. Bentuknya sirup sehingga lebih mudah diminum oleh anak-anak.

Entrostop Herbal Anak, Diare Pada Anak

Bentuknya sachet mudah diminum anak-anak

mengatasi diare pada anak, obat herbal

Ukuran 10 Ml.

Anak-anak bisa minum sebanyak tiga kali sehari. Orang dewasa juga bisa koq minum obat ini, cuma dosisnya ditambah menjadi 2 sachet sekali minum. Tapi jika dalam dua hari diare masih berlanjut, tetap harus berkonsultasi ke dokter. Yang terpenting pada saat diare kita harus selalu memperhatikan asupan cairan yang masuk ke tubuh anak. Hal ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk kondisi si kecil.

Selalu ingatkan anak-anak untuk selalu menjaga kebersihan badannya. Membangun budaya cuci tangan dengan sabun sebelum makan penting sekali untuk mencegah diare datang lagi.  

Semoga anak-anak kita selalu sehat ya. Dan bisa menjaga kebersihannya sendiri. 

Referensi

https://www.halodoc.com/kesehatan/diare (Tanggal akses 17 Juli 2019)



signature-desy