Masih dari perjalanan road trip ke Jawa Tengah kemarin, kali ini saya ingin berbagi ide sarapan di Malioboro. Disclamaire yah, info yang saya share disini adalah rekomendasi makanan kaki lima atau street food. 

Mumpung menginap di area Malioboro, jadi saya ingin menikmati jalanan ini di pagi hari. Karena biasanya sebagai wisatawan lokal jadwal mampir ke jalanan ini kalau toko-toko sudah beroperasi. Jadi kondisi jalanan ini saya dapati selalu sudah ramai. Oleh sebab itu, kali ini saya ingin menikmati jalanan ini di pagi hari. 

Karena ingin mencari suasana lain selain sarapan di hotel, saya pun berencana untuk mencari sarapan di sepanjang jalan Malioboro. Browsing beberapa artikel tapi yang saya baca ternyata lokasinya agak berpencar. Sambil jalan pagi dari hotel kami di Royal Malioboro, saya pun melangkahkan kaki di sepanjang jalan tersebut. 

Jalan Dagen

Malioboro di pagi hari ternyata cukup lengang dan menenangkan. Warga yang beraktifitas pagi di jalan ini lebih banyak didominasi oleh warga lokal. Banyak warga yang jogging di area sini. 

Tidak sampai ujung Malioboro, saya akhirnya menemukan sebuah jalanan yang terlihat lebih ramai dibanding jalan sebelumnya yang telah saya lewati. Jalan Dagen Malioboro adalah nama kampung yang berada di tengah kota Jogja. Kampung Dagen masuk dalam wilayah administratif  kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta. 

Jalanan ini sudah aktif sekali dengan banyak aktivitas warga lokal dan juga wisatawan yang keluar untuk mencari sarapan. Disepanjang jalan Dagen selain banyak pedagang kaki lima yang menawarkan kuliner, juga banyak pilihan hotelnya. Mulai dari hotel bintang 1 sampai dengan hotel bintang 3 seperti Ibis Style, Ameera Boutique dan Dafam Fortuna. 

Bisa dibilang kawasan Dagen ini cukup strategis. Kalau ingin menginap di sekitar Malioboro dengan hotel bintang 3 kawasan ini bisa jadi rekomendasi. Karena baik pagi maupun malam, banyak pedagang baik di ruko maupun kaki lima yang menjual makanan. Kalau mau jalan utama Malioboro pun ngga jauh. 

Ide Sarapan di Malioboro

Seperti yang saya sampaikan di awal, di postingan kali ini saya ingin berbagi ide sarapan di Malioboro yang beda dari artikel-artikel yang pernah ada. Dan yang saya bagikan kali ini adalah street food ya. Mau sarapan ke Pasar Beringharjo atau Pasar Lempuyangan belum kesampaian, semoga nanti bisa balik lagi dan nyobain sarapan disana. 

Saya orang Indonesia yang sarapannya ga harus yang ringan-ringan hehehe. Jadi menu sarapan yang akan saya rekomendasikan ini akan langsung ke makan berat ya. Lokasinya semua ada di kawasan Jalan Dagen. Berikut ini ide sarapan di Malioboro versi desyyusnita.com. yaitu:

  1. Soto Ayam

Soto merupakan sarapan yang umum ditemukan di daerah Jawa Tengah. Soto juga merupakan comfort food yang enak disantap di pagi hari. Yang biasa saya pesan adalah semangkuk soto campur (soto dan nasi dalam satu mangkuk). 

Warung soto ayam ini cukup bersih menurut saya. Ibu penjualnya juga selalu memastikan pelanggannya menunggu di meja sebelum dia tuang kuah sotonya, tujuannya agar kuahnya dalam keadaan panas saat diantar ke pelanggan. Side dish nya seperti biasa ada gorengan seperti bakwan dan tempe goreng tepung, sate telur, sate usus, dan kerupuk. 

Harganya 12 ribu, sepertinya ini harga wisatawan, karena waktu mba disebelah saya yang tampaknya warga lokal membayar 12 ribu untuk soto campur dan kerupuk. Jadi ada beda seribu kayanya. Saya juga tidak mengkonfirmasi ulang sih, tapi ngga papa menurut saya harganya masih wajar porsinya cukup banyak soalnya.  

  1. Pecel

Pecel merupakan hidangan lain yang familiar di tanah Jawa yang dihidangkan untuk sarapan. Pecel merupakan kumpulan sayuran yang direbus kemudian dimakan dengan menggunakan bumbu kacang. Dihidangkan biasanya dengan nasi, dan tentu saja ada tambahan side dish. 

Di dekat warung soto ayam ada 1 warung yang menjual pecel juga. Sayangnya ketika saya mau coba di keesokan harinya, warung ini tutup. Jadilah belum rejeki saya mencoba pecel tersebut. 

  1. Gado-gado

Makanan lain yang bisa dijadikan pilihan untuk menjadi menu sarapan adalah gado-gado. Warungnya cukup ramai dikerubungi pelanggan yang mencari sarapan. Mirip dengan pecel, gado-gado juga merupakan kumpulan sayuran yang direbus yang dihidangkan dengan bumbu kacang. Ditambah dengan lontong atau nasi sebagai pilihan karbo. 

Bumbu kacang pecel dan gado-gado berbeda ya. Kalau bumbu kacang pecel ada aroma daun jeruknya sendiri. 

  1. Nasi Campur

Posisi nasi campur ini persis berada di sebelah warung soto ayam. Nasi campur merupakan warung yang menjual berbagai macam lauk-pauk, mirip warteg lah. Pilihan menunya banyak loh, mulai dari sayur kangkung, rendang, telur balado, oseng mercon, gulai dan lain sebagainya. 

Yang saya suka di warung ini menu yang dihidangkan tidak serta merta serba manis. Jadi pedasnya pas banget dengan selera saya. Pagi itu saya mencoba oseng mercon, hahaha jangan ditiru. Cukup bikin segar dan semangat, rasanya cocok dengan selera saya. Tapi saya lupa berapa harga seporsi nasi dengan oseng mercon dan telur dadar karena saya beli nasi yang dibungkus juga pagi itu. Pokoknya masih wajar harganya. 

  1. Sate Ayam

Diujung jalan Dagen ada ibu-ibu yang menjual sate ayam tanpa stall atau kursi khusus. Jika ingin memesan sate ayam maka akan dihangatkan kembali.  Untuk memakannya bisa memanfaatkan kursi-kursi yang ada di trotoar jalan Malioboro. Jadi benar-benar sarapan with Malioboro view gitu. 

  1. Gudeg Yu Djum

Posisinya ada jajaran ruko-ruko agak masuk lagi kedalam. Gudeg bisa jadi pilihan sarapan kalau mau duduk dengan lebih nyaman. Jam 7 pagi sudah beroperasi kok, hanya saya tidak cek sih apakah menunya sudah lengkap atau belum. 

Kira-kira itulah rekomendasi yang bisa saya berikan kalau mau sarapan di street food sekitar Malioboro. Untuk jajanan kaki lima, lokasi ini cukup bersih kok, jadi insyaallah kalau sudah terbiasa makan kaki lima sih ga akan ada masalah. 

Momen mencari sarapan ini juga jadi momen quality time bareng Kaka, sambil mengajak dia juga menikmati Malioboro di pagi hari. 

Oh iya, kalau teman-teman punya referensi tempat sarapan lain di sekitar Malioboro bisa langsung share di kolom komentar ya. 

Insyaallah nanti dilanjut lagi masih seputar road trip Jawa Tengah kemarin. Jangan bosan, ok!

signature-desy