desyyusnitadotcom

Selalu saja ada yang dirindukan dari tradisi lebaran yang dilakukan saat silaturahmi. Setiap keluarga memiliki tradisinya masing-masing. Tradisi ini yang kemudian dirindukan oleh semua anggota keluarga termasuk saya. 

Setelah berpuasa selama bulan Ramadan, Lebaran adalah suatu momen yang ditunggu-tunggu. Kenapa? Ya karena menjelang lebaran ada THR, ada belanja, ada mudik, dan tentu saja ada tradisi silaturahmi dengan keluarga yang bisa jadi sudah berbulan-bulan. Kebetulan nenek saya adalah yang dituakan dikeluarga mama. Jadi kalau tradisi silaturahmi keluarga mama selalu dilakukan di rumah Jidah (nenek saya) yang lokasinya dekat dengan rumah saya. 

Di keluarga suami juga begitu, tradisi silaturahmi selalu dilakukan dirumahnya karena orangtuanya yang dituakan. Atau kalo ga kumpul di Jakarta, tradisi silaturahmi pindah ke Karanganyar, bisa mudik pakai bis besar sekaligus. Seru deh. 

Tapi selain itu ada 3 hal yang selalu kami sekeluarga nantikan pada saat tradisi silaturahmi lebaran, yaitu:

  • Sungkeman dan bermaafan. Bener deh kalau bukan karena lebaran, momen sungkeman ini ga pernah terjadi di keluarga besar kami. Di momen ini orangtua mendoakan anak-anaknya dan sebaliknya. Saling memaafkan, menguatkan dan memberi wejangan. 
  • Pembagian angpau lebaran, meski saya sudah menjadi bagian yang memberikan angpau tapi justru tambah semangat. Soalnya anak-anak juga dapat kebagian sih, apalagi sekarang ada Shanum hehehe.
amplop lebaran, THR, angpao

Amlop yang berbeda juga membedakan isinya 

  • Makan-makan. Setiap tempat kumpul pasti punya hidangan yang berbeda. Meskipun mayoritas sama tapi ada saja tradisi makanan yang unik di setiap keluarga. Misalnya saja dikeluarga saya harus ada semur betawi, sementara di keluarga suami harus ada sambel goreng ati ampela. Dan masih banyak hidangan unik lainnya. 

Tradisi Lebaran

Biasanya di akhir acara silaturahmi pasti identik sama acara bungkus-bungkus makanan. Ada saja makanan yang dibawa untuk bekal dijalan atau dirumah. Tuan rumah biasanya udah antisipasi tuh, mana hidangan yang banyak dicari tamu biasanya dibuat agak banyak.

Tidak hanya hidangan yang kami buat sendiri, jika biasanya ada buah tangan yang dibawa saudara dan diinginkan oleh kerabat yang lain biasanya ya dikasih aja gitu. Daripada mubazir kan, lebih baik langsung dimakan. 

Jadi bisa dibilang tradisi silaturahmi keluarga kami identik dengan bungkus makanan juga sih, hehehe. Mungkin itu juga yang ditunggu-tunggu. Setiap keluarga bertukar makanan unggulannya masing-masing. Kalau di keluarga saya biasanya saudara suka bungkus manisan buah atep atau kolang-kaling. Jidah selalu membuat sendiri manisan tersebut, dibuat cantik dengan warna merah atau warna putih alias original. Seringnya sih warna merah. 

Tradisi Silaturahmi, Bungkus Makanan, Plastik Wayang

Manisan buah atep (kolang-kaling) yang biasa dibungkus tamu dan saudara

Sementara keluarga saya yang lain biasanya membawa kan buah tangan tape uli atau kembang goyang. Duh….menulis artikel ini saat puasa jadi membuat saya membayangkan makanan-makanan itu hehehe. Keluarga kami adalah keluarga betawi jadi makanan tradisional yang biasanya jadi incaran hehehe. Apalagi dikeluarga saya ngga ada yang bisa buat tape uli dan kembang goyang.

Baca Juga: Cerita Lebaran Pertama Shanum

Kantong Plastik Wayang, Standard Food Grade

Setiap ada acara kumpul-kumpul gini selalu sudah siap dengan kantong plastik. Kantong plastik yang kami  siapkan mereknya PP Wayang. Kenapa? Simple aja sih, karena bening dan lapisannya kuat. Kantong plastik ini juga mudah ditemukan di pasar tradisional. 

Saya baru tau kalau kantong plastik PP Wayang ini ternyata sudah memiliki sertifikasi Halal MUI, dan memiliki standard ISO 9001 (sertifikasi dalam hal manajemen produksi dan penjaminan mutu produk). Plastik PP Wayang juga terbuat dari biji plastik murni jadi tentu saja memiliki standard Food Grade, sehingga aman digunakan untuk membungkus makanan. Jadi bukan terbuat dari plastik yang di daur ulang ya. 

Waktu saya beli plastik PP Wayang kemarin, baru tau kalo sekarang tampilannya baru ya. Kemasan yang baru itu lebih jelas terlihat merek dan identitas lainnya, lebih menarik. 

Plastik wayang, Kemasan baru plastik wayang, tradisi silaturahmi

Ki-Ka: Kemasan baru, Kanan Kemasan Lama

Karena kami ngga bisa menyediakan wadah, jadi menyediakan plastik untuk bungkus makanan masih jadi pilihan kami. Koq pakai kantong plastik sih? Ngga cinta lingkungan deh. Sstt jangan asal nuduh deh, sudah mulai diminimalisir nih penggunaan kantong plastiknya. Dan biasanya setiap digunakan untuk bungkus plastik-plastik bekas makanan itu saya gunakan untuk kebutuhan lain selain makanan. 

 

Plastik Wayang, Biji Plastik Murni, Bungkus Makanan, Tradisi Silaturahmi

Plastiknya tebal, sehingga bisa digunakan kembali

Sejauh ini saya berusaha untuk bijak menggunakan kantong plastik. Kalau ngga butuh-butuh banget sebaiknya pakai wadah yang bisa digunakan kembali (reuseable). Atau paling tidak menggunakan kembali plastik yang sudah digunakan untuk kebutuhan yang lainnya. Kebetulan kantong plastik PP Wayang cukup tebal, jadi bisa dicuci dan dipakai lagi untuk keperluan yang lainnya.

Kalau di teman-teman ada tradisi apa nih selama lebaran? Pasti meriah dan ngangenin juga kan? Mudah-mudahan dikasih kesehatan dan umur panjang supaya bisa merayakan lebaran tahun ini, aamin. 



signature-desy