Tips Kelola Keuangan ala #IbuBerbagiBijak

Visa, #IbuBerbagiBijak, OJK, Financial Literacy, Tabungan, Investasi, Budgeting, Rekening, Saving, Keuangan, Keluarga,

Membahas soal keuangan keluarga pasti membuat semangat para Ibu. Soalnya selain sebagai pelaksana harian dalam rumah tangga, para Ibu juga bertanggungjawab sebagai pengatur keuangan keluarga. Tapi ternyata pengetahuan perempuan akan masalah keuangan justru masih lebih rendah dibanding pria. Koq bisa begitu ya?? Hhmmm….benar ga tuh bu-ibu? Saya sendiri sih terus terang belum tertib dalam mengatur keuangan rumah tangga saya sendiri. Sudah diatur sedemikian rupa nyatanya tetap saja ada bocor sana-sini. Ujung-ujungnya sampai saat ini kami belum berhasil mengumpulkan yang namanya dana darurat. Duhh…..jangan ditiru ya.

Kondisi ini yang kemudian melatarbelakangi Visa dan OJK mengadakan workshop #IbuBerbagiBijak tentang Financial Literacy Series. Workshop yang dilaksanakan pada Kamis, 24 Agustus 2017 di The Hook dengan Fasilitator Mba Prita Gozie bertujuan untuk mencerdaskan para perempuan agar lebih memahami akan masalah keuangan. Bahasan workshop hari itu membahas tentang Budgeting and Saving.

Visa, #IbuBerbagiBijak, OJK, Financial Literacy, Tabungan, Investasi, Budgeting, Rekening, Saving, Keuangan, Keluarga,
Financial Educator: Prita Gozie

4 Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Mengelola Keuangan

1.Tentukan prioritas 

Saat menerima penghasilan ada baiknya kita langsung mengalokasikan dana sesuai dengan prioritasnya. Prioritas dibuat berdasarkan kebutuhan. Kebutuhan sebenarnya di bagi menjadi 2 macam, yaitu:
– Kebutuhan saat ini. Dimana jatuh tempo kebutuhan dalam 12 bulan kedepan. Contohnya: kebutuhan bulanan, bayaran sekolah (Iuran bulanan)
– Kebutuhan masa depan. Dimana jatuh tempo kebutuhan ini diatas 12 bulan. Contohnya: kebutuhan pendidikan anak, naik gaji dan pensiun.

Jika sudah ditentukan kebutuhannya maka alokasi dana bisa dibuat alokasinya. Alokasi dana yang ideal adalah sebagai berikut:

  • Utamakan bersedekah, zakat dan berinfaq. Karena didalam penghasilan kita juga terdapat rejeki untuk orang lain.
  • Bayarlah cicilan, seperti cicilan rumah, tanah atau mobil. Cicilan tersebut bisa langsung lunas atau sesuai dengan besar cicilan. Hal ini dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing individu.
  • Siapkan Tabungan dan Investasi untuk masa depan kita sendiri. Jangan sampai kita tidak punya persiapan untuk masa depan kita sendiri.
  • Persiapkan dana untuk masa sulit. Bisa disebut sebagai dana darurat, karena kita tidak pernah tahu hal apa yang akan terjadi di masa depan.
  • Dana untuk biaya hidup.
  • Persiapkan dana untuk anak dan pendidikan.
  • Persiapkan juga dana untuk gaya hidup.

2. Mengelola Keuangan

Jika sudah mengetahui kebutuhan kita maka yang selanjutnya harus kita lakukan adalah mengatur agar penghasilan kita bisa memenuhi semua prioritas yang sudah kita tentukan. Idealnya alokasi dana diatur dengan persentase seperti ini:

  • 5% untuk sedekah, infaq dan zakat
  • 30% untuk cicilan dan pinjaman
  • 15% untuk investasi, tabungan (termasuk anak dan biaya pendidikan)
  • 10% untuk dana darurat (masa sulit)
  • 30% untuk biaya hidup
  • 15% untuk gaya hidup

Kira-kira akan cukupkah penghasilan kita? Kalau tidak cukup sebaiknya porsi dari persentase diatas bisa disesuaikan dengan kemampuan, asalkan semua alokasi dapat terpenuhi meskipun tidak sesuai dengan ekpektasi.

Adakah yang tinggal selain dengan keluarga inti, misalnya saudara? Nah untuk kebutuhan hidup anggota keluarga diluar keluarga inti ternyata bisa diambil dari dana infaq, atau sedekah. Kenapa? Karena dianggap sebagai kegiatan sosial. Hmm..berarti selama ini saya masukkan ke biaya rutin bulanan kurang tepat ya? Okey…mari kita perbaiki. Nah…sebagai seorang freleance seperti saya, sangat dibutuhkan yang namanya dana darurat atau asuransi untuk bisa meng-cover jika terjadi hal-hal diluar rencana atau yang tidak kita inginkan. Jangan sampai kita kebingungan saat hal itu terjadi dan berujung pinjam sana-sini deh, naudzubillah.

Pernah belanja bulanan dengan menggunakan kartu kredit dan mencicilnya? Ternyata itu salah sodara-sodara….Jangan diulang ya. Mencicil dibolehkan jika barang yang kita cicil itu memiliki masa tahan yang jauh lebih panjang daripada masa cicilan itu sendiri. Dan kalau saya sih usahakan yang bunga nya nol persen, hehehe. Tapi sebaiknya menabung dulu baru membeli daripada membeli dan mencicil.

Mba Prita juga menyarankan agar kita memiliki beberapa rekening yang tujuannya untuk menyimpan dana-dana sesuai dengan tujuannya. Pilihlah rekening sesuai dengan kebutuhan kita, tentu saja disesuaikan dengan tujuannya. Hal ini bisa mencegah “kebocoran” pada masing-masing alokasi dana. Sstt jangan lupa rekeningnya yang berlogo visa ya hehehe.

Visa, #IbuBerbagiBijak, OJK, Financial Literacy, Tabungan, Investasi, Budgeting, Rekening, Saving, Keuangan, Keluarga,

3.Investasi

Semua yang namanya investasi pastilah memiliki resiko sesuai dengan hasil yang akan didapat. Investasi bisa dilakukan mulai dari properti, emas, reksadana, saham, dan lainnya. Hati-hati juga dengan investasi yang tidak jelas alias investasi bodong yang marak belakangan ini. Pilih investasi yang benar-benar jelas asal muasalnya.

Alokasi post investasi biasanya berasal dari dua sumber dan digunakan untuk tujuan berbeda, seperti ini:

  • Alokasi post investasi dari gaji rutin biasanya digunakan untuk 5% dana rumah, 10% dana pendidikan, 5% dana pensiun
  • Alokasi post investasi dari bonus biasanya digunakan untuk dana liburan dan dana belanja.

4. Impian dan Perencanaan

Tulislah mimpi yang kita punya, tuliskan 3 atau 4 mimpi yang ingin sekali kita wujudkan. Jangan lupa, impian yang kita punya juga harus disamakan dengan impian pasangan kita. Kalau ngga sama bagaimana? Ya disamakan dulu supaya bisa terwujud. Impian untuk pergi umroh, sekolah anak, beli rumah, mana yang ingin diwujudkan terlebih dahulu. Tentukan tujuan yang jelas dan kemudian buat perencanaan apa yang harus dilakukan untuk bisa mencapai mimpi tersebut. Menentukan uangnya dari mana, apakah THR, Bonus atau ada pemasukan lainnya. Lakukan perencanaan yang sudah kita tetapkan dan jangan labil.

Budgeting ternyata tidak bersifat kaku loh, bisa disesuaikan dengan prioritas kita. Tapi tetap perlu diperhatikan flow nya harus tertib, jangan sampai kita melenceng dan ujung-ujungnya belanja lagi. Okeh, kalimat terakhir itu untuk saya sendiri, kebanyakan ga tertib soalnya.

Visa, #IbuBerbagiBijak, OJK, Financial Literacy, Tabungan, Investasi, Budgeting, Rekening, Saving, Keuangan, Keluarga,

Berhubungan dengan meraih mimpi, berarti kita harus mengatur anggaran agar mimpi itu tercapai. Anggaran dapat dikelompokkan menjadi dua macam:

  • Anggaran Bulanan: dikeluarkan dari gaji bulanan.
  • Anggaran Musiman: dikeluarkan dari pendapatan seperti bonus, THR dan tunjangan bulanan

Kalau yang saya gambarkan diatas adalah alokasi dan perencanaan bagi yang sudah pensiun beda lagi. Alokasi ideal untuk yang sudah pensiun bisa seperti ini:

  • 5% zakat dan sedekah
  • 30% dana darurat dan asuransi
  • 30% biaya hidup
  • 30% cicilan
  • 15% investasi
  • 10% gaya hidup

Informasi ini bisa disampaikan untuk orangtua kita yang sudah masuk keusia pensiun atau sudah pensiun dan tentu saja untuk kita nanti.

Visa, #IbuBerbagiBijak, OJK, Financial Literacy, Tabungan, Investasi, Budgeting, Rekening, Saving, Keuangan, Keluarga,
Mulai Kelola Keuangan Untuk Si Buah Hati

Itulah 4 hal yang harus diperhatikan oleh kita sebagai Ibu agar menjadi lebih bijak dalam melakukan pengelolaan keuangan rumah tangga. Kalau kita pintar kelola keuangan rumah tangga insyallah suami makin sayang deh. Karena tugas istri itu kan merawat anak-anak dan menjaga harta suami. Ilmu sudah didapat sekarang tinggal pelaksanaannya. Harus tertib dan belajar terus terus terus dan terus. Yuk kita kelola keuangan rumah tangga dengan bijak.



signature-desy

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *