Personal Branding: Menyamakan Nama Blog Dan Sosial Media

#BPN30DayChallenge2018, #BPN30DayChallenge. Blogger Life, Lifestyle Blogger, Personal Branding

Awal mula membuat sebuah blog saya ngga tau dengan pasti apa fungsinya, bagaimana mengoperasikannya dan bagaimana cara kerjanya, jadi ngga pernah tuh kepikiran sama personal branding. Bahkan saya ngga tau kalau blog dan personal branding itu punya hubungan dekat seperti sekarang ini. Kala itu saya lebih tertarik belajar bagaimana membuat tampilan blog lebih menarik. Yang dimaksud menarik disini adalah dengan cursor yang menari-nari, widget shoutbox, banner blog, header yang colorful, background template yang rame luar biasa. Ujung-ujungnya sekarang saya baru tahu kalau itu semua membuat blog jadi lemot. Hahahaha…..

Dulu saya ngga mau blog saya dibaca orang terdekat. Ngga mau nama saya keluar di google ketika dicari dan nanti jadi ketauan kalo saya suka curhat hahaha. Dulu, sukanya curhat alay, saya aja bacanya suka bingung sendiri koq bisa nulis begini di ranah publik hahahaha. Dulu saya ngga paham kalau postingan itu bisa di private. Apa sih yang saya tau ya, hahaha. Satu hal yang saya paham, dari blog ini saya jadi punya lebih luas lagi, bahkan sampai ke luar negeri (orang indonesia yang merantau).

#BPN30DayChallenge2018, #BPN30DayChallenge. Blogger Life, Lifestyle Blogger, Personal Branding
Pic: Pixabay

Itulah sebabnya saya memberi nama blog saya DessyCherryPonie, persis seperti itu penulisannya. Mau tau artinya?

  • Dessy adalah nama saya dimana harusnya cukup di tulis Desy saja
  • Cherry adalah nama online saya, waktu itu saya bekerja sebagai call center dan diperkenankan memakai nama online
  • Ponie itu karena waktu itu saya berhijab dan rambut saya berponie bak cleopatra.

“Hahaha, baiklah, saya berikan kamu ketawa dulu mendengar nama blog saya yang dulu sok imut itu.”

Dulu belum banyak komunitas blogger seperti sekarang ini. Jadi kalau mau kopdar ya diatur secara manual, janjian sama teman-teman yang rutin blogwalking. Seru sih….dan oleh mereka saya pun dipanggil dessyponie.

Mulai Untuk Personal Branding

Berjalannya waktu, saya pun mulai belajar memberdayakan blog untuk menjadi ladang penghasilan dong, cerita lengkapnya pernah saya ceritakan di artikel ini. Pernah membaca status Makpon Mira Sahid yang memutuskan mengubah nama blognya dari Ayang Mira menjadi Mira Sahid, saya masih belum paham maksudnya apa waktu itu, dan masih merasa belum perlu banget. Maklumlah kurang bergaul, belum belajar lebih dalam soal monetisasi blog. Saya pun masih sayang dengan nama panggung yang alay itu dan belum tertarik membeli domain pula. Saya masih keukeuh dengan pemahaman “kalo bisa gratis kenapa harus bayar”.

#BPN30DayChallenge2018, #BPN30DayChallenge. Blogger Life, Lifestyle Blogger, Personal Branding

Suatu hari saya bertemu dengan Teh Ani Berta. Saat itu Teh Ani mungkin belum familiar dengan saya, karena seingat saya, kita baru bertemu tidak lebih dari 3 kali  . Salah satunya ketika saya hadir di workshop Fun Blogging, workshop blog yang diadakan oleh Teh Ani, Shintaries dan Mba Haya Aliya Zaki. Jadi wajarlah kalau Teh Ani masih belum hapal wajah saya.

Ada cerita lucu dipertemuan saya dengan Teh Ani hari itu. Ternyata Teh Ani pernah mencari akun media sosial saya beberapa hari sebelum hari ini di twitter, tapi gagal didapat. Yang Teh Ani ingat nama saya adalah Desy, di cari pakai nama Desy tapi nihil. Putus asa, semula harusnya ada kerjaan jadi gagal karena tidak menemukan akun twitter saya. Mungkin juga karena belum rejeki.

Baca Juga: Tujuan Menulis Blog

Setelah berkonsultasi (lagi-lagi) dengan Shintaries, saya pun akhirnya memutuskan membeli domain. Dan karena saya ingin mulai memanfaatkan kegiatan blogging saya untuk alias monetize dan melihat contoh blogger lainnya, saya pun memutuskan menggunakan nama saya sendiri sebagai nama blog saya dan mulai personal branding. Meskipun nama Desy Yusnita itu ternyata banyak yang punya, tapi percaya deh hanya saya yang menulis blog dan masuk halaman pertama google, tsaaah hahaha.

Oh ya, mau tau kenapa akun saya waktu itu ngga bisa ditemukan sama Teh Ani?

Karena akun twitter saya tidak memakai nama Desy Yusnita, melainkan @nita_noty. Mau sampai jari keriting ngetik nama akun Desy juga tetap aja ngga akan ketemu. Mau cari nama blog saya, juga ngga akan ketemu, soalnya ngga kalah alay dengan nama twitter saya. Instagram saya sih udah pakai nama Desy Yusnita.

Dulu saya beranggapan, “kenapa sih segitu protesnya, emang susah banget ya nyari akun media sosial”. Ternyata super duper repot gaes, itu saya rasakan sendiri waktu beberapa tahun ini pernah handle project campaign bersama blogger. Bukan cuma susah dicari, ternyata akun media sosial yang ngga seragam itu bikin keki yang jadi koordinatornya loh. Masalahnya jadi koordinator seringkali harus bekerja dengan timeline yang juga mepet.

Singkat cerita berkat kekuatan bulan eh maksudnya teman-teman blogger lain akhirnya saya berhasil menyamakan semua akun media sosial saya. Sempet ada drama sih saat mengganti nama twitter saya. Soalnya sudah ada akun yang menggunakan nama saya. Sedihnya akun itu ngga aktif, kan gemes ya….mau diambil ya ngga bisa. Mau ditambah angka dibelakang koq kayanya alay lagi.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengganti nama akun instagram dan twitter aja di Hotel Salak, Bogor. Kebetulan aja sih sebenarnya, tapi untung ada kaka-kaka yang mau bantuin. Postingan ini sekalian mau berterima kasih sama semua yang terlibat malam itu di Hotel Salak atas sumbang saran dan akhirnya jadi deh nama akun instagram dan twitter saya. Ngutak-ngutik ini seperti sedang merumuskan naskah proklamasi deh, tegang banget. Jangan lupa di follow akun instagram dan twitter saya ya. 

#BPN30DayChallenge2018, #BPN30DayChallenge. Blogger Life, Lifestyle Blogger, Personal Branding
Begini tepatnya peristiwa malam itu yang diabadikan oleh Mba Desi Namora

So, kalo ditanya apa arti nama blog saya, sebenarnya kali ini saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri. Melatih kepercayaan diri untuk tampil. Tidak perlu menjadi orang lain meskipun hanya didunia maya.

Moral of this story adalah kalau kamu berniat untuk memiliki penghasilan dari blog dan sosial media penting banget memperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Pilih nama blog yang menggambarkan diri kamu. Atau kamu ingin orang melihat kamu seperti/sebagai apa.
  • Samakan nama akun semua media sosial
  • Jangan khawatir untuk investasi di awal seperti membeli self hosted, domain dan template karena ibarat orang berbisnis semua itu butuh modal
  • Personal branding, mulai ubah nama blog dan akun sosial media dengan satu nama. Branding itu bukan soal pencitraan yang palsu-palsu ya. Branding itu tentang memanfaatkan hal positif yang kamu punya untuk menjadi kekuatan kamu, sehingga kamu dikenal sebagai hal itu.

Gimana…gimana, sudah cukup terhibur belum membaca tentang nama alay saya yang hits pada masa itu? Kamu sendiri pernah ngga menggunakan nama alay? Kasian tau saya dong ^_^.


signature-desy

You may also like

4 Comments

  1. Haha.. Baru tau cerita ini dan (sorry) emang alay banget, mbak!! :))

    Kalo saya sih awalnya bikin email dulu di tahun ’97 itu udah langsung pake “emaronie”. Setelah itu bikin twitter, pake nama “emaronie” juga. Begitu ada blog ya pake nama “emaronie” lagi.
    Sayangnya di IG nama “emaronie” udah ada yang pake, akhirnya saya pake “e_maronie” deh.

  2. Sama, dulu awal ngeblog blm kepikiran soal personal branding. Trus Krn blogku nerusin dr awal ngeblog, baru ngeh namanya kepanjangan. Mu pake nama asli pasaran bgt namaku, hehe. Akhirnya skrg yg sama namanya baru domain & IG aja. Twitter udh duluan pake nama asli yg dipotong. Mu ganti biar disamain sama IG tapi udh telanjur… Daftar dmn2 pake akun itu. Heu

  3. Huahahhahahha. Ternyata Machan dulu barisan alayersss sejati huhahahahhaha. Aku juga punya nama hitz pada masanya tp gal alay. Wekkkkk.

    Im the only Daughter

    Mau tau artinya? Ah ga usah, kan aku sekarang udh punya dedek. Dedek Shanum *eh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *